Selasa, 17 April 2012

Ciri – Ciri Wanita Penghuni Neraka


Saudariku Muslimah...

Suatu hal yang pasti bahwa surga dan neraka adalah dua makhluk yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ciptakan. Surga diciptakan-Nya sebagai tempat tinggal yang abadi bagi kaum Mukminin dan... neraka sebagai tempat tinggal bagi kaum musyrikin dan pelaku dosa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang darinya.

Setiap Muslimin yang mengerti keadaan Surga dan neraka tentunya sangat berharap untuk dapat menjadi penghuni Surga dan terhindar jauh dari neraka, inilah fitrah.

Sebelum kita mengenal wanita-wanita penghuni neraka alangkah baiknya jika kita menoleh kepada peringatan-peringatan Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al Qur’an tentang neraka dan adzab yang tersedia di dalamnya dan perintah untuk menjaga diri daripadanya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At Tahrim : 6)

Imam Ath Thabari rahimahullah menyatakan di dalam tafsirnya : “Ajarkanlah kepada keluargamu amalan ketaatan yang dapat menjaga diri mereka dari neraka.”

Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhu juga mengomentari ayat ini : “Beramallah kalian dengan ketaatan kepada Allah, takutlah kalian untuk bermaksiat kepada-Nya dan perintahkan keluarga kalian untuk berdzikir, niscaya Allah menyelamatkan kalian dari neraka.” Dan masih banyak tafsir para shahabat dan ulama lainnya yang menganjurkan kita untuk menjaga diri dan keluarga dari neraka dengan mengerjakan amalan shalih dan menjauhi maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Di dalam surat lainnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :“Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Al Baqarah : 24)

Begitu pula dengan ayat-ayat lainnya yang juga menjelaskan keadaan neraka dan perintah untuk menjaga diri daripadanya.

Kedahsyatan dan kengerian neraka juga dinyatakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam di dalam hadits yang shahih dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu bahwasanya beliau bersabda : “Api kalian yang dinyalakan oleh anak cucu Adam ini hanyalah satu bagian dari 70 bagian neraka Jahanam.” (Shahihul Jami’ 6618)

Jikalau api dunia saja dapat menghanguskan tubuh kita, bagaimana dengan api neraka yang panasnya 69 kali lipat dibanding panas api dunia? Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita dari neraka. Amin.

Wanita Penghuni Neraka

Tentang hal ini, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :“Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)

Hadits ini menjelaskan kepada kita apa yang disaksikan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam tentang penduduk Surga yang mayoritasnya adalah fuqara (para fakir miskin) dan neraka yang mayoritas penduduknya adalah wanita. Tetapi hadits ini tidak menjelaskan sebab-sebab yang mengantarkan mereka ke dalam neraka dan menjadi mayoritas penduduknya, namun disebutkan dalam hadits lainnya.

Di dalam kisah gerhana matahari yang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya melakukan shalat gerhana padanya dengan shalat yang panjang , beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam melihat Surga dan neraka.

Ketika beliau melihat neraka beliau bersabda kepada para shahabatnya radliyallahu ‘anhum :“ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam?” Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab : “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)

Dalam hadits lainnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjelaskan tentang wanita penduduk neraka, beliau bersabda :“ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu)

Dari Imran bin Husain dia berkata, Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Sesungguhnya penduduk surga yang paling sedikit adalah wanita.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Imam Qurthubi rahimahullah mengomentari hadits di atas dengan pernyataannya : “Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Surga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal.

Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum pria dari akhirat dikarenakan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.” (Jahannam Ahwaluha wa Ahluha halaman 29-30 dan At Tadzkirah halaman 369)

Saudariku Muslimah … .

Jika kita melihat keterangan dan hadits di atas dengan seksama, niscaya kita akan dapati beberapa sebab yang menjerumuskan kaum wanita ke dalam neraka bahkan menjadi mayoritas penduduknya dan yang menyebabkan mereka menjadi golongan minoritas dari penghuni Surga.

Saudariku Muslimah … . Hindarilah sebab-sebab ini semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita dari neraka. Amin.

1. Kufur Terhadap Suami dan Kebaikan-Kebaikannya

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjelaskan hal ini pada sabda beliau di atas tadi. Kekufuran model ini terlalu banyak kita dapati di tengah keluarga kaum Muslimin, yakni seorang istri yagn mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya dengan sikap suami yang tidak cocok dengan kehendak sang istri sebagaimana kata pepatah, panas setahun dihapus oleh hujan sehari.

Padahal yang harus dilakukan oleh seorang istri ialah bersyukur terhadap apa yang diberikan suaminya, janganlah ia mengkufuri kebaikan-kebaikan sang suami karena Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihat istri model begini sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam : “Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.” (HR. Nasa’i di dalam Al Kubra dari Abdullah bin ‘Amr. Lihat Al Insyirah fi Adabin Nikah halaman 76)

Hadits di atas adalah peringatan keras bagi para wanita Mukminah yang menginginkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Surga-Nya. Maka tidak sepantasnya bagi wanita yang mengharapkan akhirat untuk mengkufuri kebaikan-kebaikan suaminya dan nikmat-nikmat yang diberikannya atau meminta dan banyak mengadukan hal-hal sepele yang tidak pantas untuk dibesar-besarkan.

Jika demikian keadaannya maka sungguh sangat cocok sekali jika wanita yang kufur terhadap suaminya serta kebaikan-kebaikannya dikatakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sebagai mayoritas kaum yang masuk ke dalam neraka walaupun mereka tidak kekal di dalamnya.

Cukup kiranya istri-istri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabiyah sebagai suri tauladan bagi istri-istri kaum Mukminin dalam mensyukuri kebaikan-kebaikan yang diberikan suaminya kepadanya.

2. Durhaka Terhadap Suami

Kedurhakaan yang dilakukan seorang istri terhadap suaminya pada umumnya berupa tiga bentuk kedurhakaan yang sering kita jumpai pada kehidupan masyarakat kaum Muslimin.

Tiga bentuk kedurhakaan itu adalah :
1. Durhaka dengan ucapan.
2. Durhaka dengan perbuatan.
3. Durhaka dengan ucapan dan perbuatan.

Bentuk pertama ialah seorang istri yang biasanya berucap dan bersikap baik kepada suaminya serta segera memenuhi panggilannya, tiba-tiba berubah sikap dengan berbicara kasar dan tidak segera memenuhi panggilan suaminya. Atau ia memenuhinya tetapi dengan wajah yang menunjukkan rasa tidak senang atau lambat mendatangi suaminya. Kedurhakaan seperti ini sering dilakukan seorang istri ketika ia lupa atau memang sengaja melupakan ancaman-ancaman Allah terhadap sikap ini.

Termasuk bentuk kedurhakaan ini ialah apabila seorang istri membicarakan perbuatan suami yang tidak ia sukai kepada teman-teman atau keluarganya tanpa sebab yang diperbolehkan syar’i. Atau ia menuduh suaminya dengan tuduhan-tuduhan dengan maksud untuk menjelekkannya dan merusak kehormatannya sehingga nama suaminya jelek di mata orang lain. Bentuk serupa adalah apabila seorang istri meminta di thalaq atau di khulu’ (dicerai) tanpa sebab syar’i. Atau ia mengaku-aku telah dianiaya atau didhalimi suaminya atau yang semisal dengan itu.

Permintaan cerai biasanya diawali dengan pertengkaran antara suami dan istri karena ketidakpuasan sang istri terhadap kebaikan dan usaha sang suami. Atau yang lebih menyedihkan lagi bila hal itu dilakukannya karena suaminya berusaha mengamalkan syari’at-syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sunnah-sunnah Rasul-Nya Shalallahu ‘alaihi wassalam. Sungguh jelek apa yang dilakukan istri seperti ini terhadap suaminya. Ingatlah sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam :“Wanita mana saja yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab (yang syar’i, pent.) maka haram baginya wangi Surga.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi serta selain keduanya. Lihat Al Insyirah fi Adabin Nikah halaman 85)

Bentuk kedurhakaan kedua yang dilakukan para istri terjadi dalam hal perbuatan yaitu ketika seorang istri tidak mau melayani kebutuhan seksual suaminya atau bermuka masam ketika melayaninya atau menghindari suami ketika hendak disentuh dan dicium atau menutup pintu ketika suami hendak mendatanginya dan yang semisal dengan itu.

Termasuk dari bentuk ini ialah apabila seorang istri keluar rumah tanpa izin suaminya walaupun hanya untuk mengunjungi kedua orang tuanya. Yang demikian seakan-akan seorang istri lari dari rumah suaminya tanpa sebab syar’i. Demikian pula jika sang istri enggan untuk bersafar (melakukan perjalanan) bersama suaminya, mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya, berjalan di tempat umum dan pasar-pasar tanpa mahram, bersenda gurau atau berbicara lemah-lembut penuh mesra kepada lelaki yang bukan mahramnya dan yang semisal dengan itu.

Bentuk lain adalah apabila seorang istri tidak mau berdandan atau mempercantik diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal itu, melakukan puasa sunnah tanpa izin suaminya, meninggalkan hak-hak Allah seperti shalat, mandi janabat, atau puasa Ramadlan.

Maka setiap istri yang melakukan perbuatan-perbuatan seperti tersebut adalah istri yang durhaka terhadap suami dan bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jika kedua bentuk kedurhakaan ini dilakukan sekaligus oleh seorang istri maka ia dikatakan sebagai istri yang durhaka dengan ucapan dan perbuatannya. (Dinukil dari kitab An Nusyuz karya Dr. Shaleh bin Ghanim As Sadlan halaman 23-25 dengan beberapa tambahan)

Sungguh merugi wanita yang melakukan kedurhakaan ini. Mereka lebih memilih jalan ke neraka daripada jalan ke Surga karena memang biasanya wanita yang melakukan kedurhakaan-kedurhakaan ini tergoda oleh angan-angan dan kesenangan dunia yang menipu.

Ketahuilah wahai saudariku Muslimah, jalan menuju Surga tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga nan indah, melainkan dipenuhi dengan rintangan-rintangan yang berat untuk dilalui oleh manusia kecuali orang-orang yang diberi ketegaran iman oleh Allah. Tetapi ingatlah di ujung jalan ini ada Surga yang Allah sediakan untuk hamba-hamba-Nya yang sabar menempuhnya.

Ketahuilah pula bahwa jalan menuju neraka memang indah, penuh dengan syahwat dan kesenangan dunia yang setiap manusia tertarik untuk menjalaninya. Tetapi ingat dan sadarlah bahwa neraka menanti orang-orang yang menjalani jalan ini dan tidak mau berpaling darinya semasa ia hidup di dunia.

Hanya wanita yang bijaksanalah yang mau bertaubat kepada Allah dan meminta maaf kepada suaminya dari kedurhakaan-kedurhakaan yang pernah ia lakukan. Ia akan kembali berusaha mencintai suaminya dan sabar dalam mentaati perintahnya. Ia mengerti nasib di akhirat dan bukan kesengsaraan di dunia yang ia takuti dan tangisi.

3. Tabarruj

Yang dimaksud dengan tabarruj ialah seorang wanita yang menampakkan perhiasannya dan keindahan tubuhnya serta apa-apa yang seharusnya wajib untuk ditutupi dari hal-hal yang dapat menarik syahwat lelaki. (Jilbab Al Mar’atil Muslimah halaman 120)

Hal ini kita dapati pada sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam tentang wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang dikarenakan minimnya pakaian mereka dan tipisnya bahan kain yang dipakainya. Yang demikian ini sesuai dengan komentar Ibnul ‘Abdil Barr rahimahullah ketika menjelaskan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam tersebut.
Ibnul ‘Abdil Barr menyatakan : “Wanita-wanita yang dimaksudkan Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam adalah yang memakai pakaian yang tipis yang membentuk tubuhnya dan tidak menutupinya, maka mereka adalah wanita-wanita yang berpakaian pada dhahirnya dan telanjang pada hakikatnya … .” (Dinukil oleh Suyuthi di dalam Tanwirul Hawalik 3/103 )

Mereka adalah wanita-wanita yang hobi menampakkan perhiasan mereka, padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang hal ini dalam firman-Nya : “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan-perhiasan mereka.” (An Nur : 31)

Imam Adz Dzahabi rahimahullah menyatakan di dalam kitab Al Kabair halaman 131 : “Termasuk dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan mereka dilaknat ialah menampakkan hiasan emas dan permata yang ada di dalam niqab (tutup muka/kerudung) mereka, memakai minyak wangi dengan misik dan yang semisalnya jika mereka keluar rumah … .”

Dengan perbuatan seperti ini berarti mereka secara tidak langsung menyeret kaum pria ke dalam neraka, karena pada diri kaum wanita terdapat daya tarik syahwat yang sangat kuat yang dapat menggoyahkan keimanan yang kokoh sekalipun. Terlebih bagi iman yang lemah yang tidak dibentengi dengan ilmu Al Qur’an dan As Sunnah. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sendiri menyatakan di dalam hadits yang shahih bahwa fitnah yang paling besar yang paling ditakutkan atas kaum pria adalah fitnahnya wanita.

Sejarah sudah berbicara bahwa betapa banyak tokoh-tokoh legendaris dunia yang tidak beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala hancur karirnya hanya disebabkan bujuk rayu wanita.
Dan berapa banyak persaudaraan di antara kaum Mukminin terputus hanya dikarenakan wanita. Berapa banyak seorang anak tega dan menelantarkan ibunya demi mencari cinta seorang wanita, dan masih banyak lagi kasus lainnya yang dapat membuktikan bahwa wanita model mereka ini memang pantas untuk tidak mendapatkan wanginya Surga.

Hanya dengan ucapan dan rayuan seorang wanita mampu menjerumuskan kaum pria ke dalam lembah dosa dan hina terlebih lagi jika mereka bersolek dan menampakkan di hadapan kaum pria. Tidak mengherankan lagi jika di sana-sini terjadi pelecehan terhadap kaum wanita, karena yang demikian adalah hasil perbuatan mereka sendiri.

Wahai saudariku Muslimah … . Hindarilah tabarruj dan berhiaslah dengan pakaian yang Islamy yang menyelamatkan kalian dari dosa di dunia ini dan adzab di akhirat kelak.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :“Dan tinggallah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dengan tabarrujnya orang-orang jahiliyyah pertama dahulu.” (Al Ahzab : 33)

Masih banyak sebab-sebab lainnya yang mengantarkan wanita menjadi mayoritas penduduk neraka. Tetapi kami hanya mencukupkan tiga sebab ini saja karena memang tiga model inilah yang sering kita dapati di dalam kehidupan masyarakat negeri kita ini.

Saudariku Muslimah … .

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah menuntunkan satu amalan yang dapat menyelamatkan kaum wanita dari adzab neraka. Ketika beliau selesai khutbah hari raya yang berisikan perintah untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan anjuran untuk mentaati-Nya. Beliau pun bangkit mendatangi kaum wanita, beliau menasehati mereka dan mengingatkan mereka tentang akhirat kemudian beliau bersabda : “Bershadaqahlah kalian! Karena kebanyakan kalian adalah kayu bakarnya Jahanam!” Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya, iapun bertanya : “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab : “Karena kalian banyak mengeluh dan kalian kufur terhadap suami!” (HR. Bukhari)

Sayyidatuna Aisyah ra. Berkata, “Jika banyak wanita sudah membuka baju (aurat)
bukan di dalam rumah suaminya, memakai minyak wangi bukan untuk (menyenangkan) suaminya,
maka baginya api dan kehinaan. Dan jika mereka (manusia) telah menghalalkan
perzinaan, minum minuman keras dan suka bermain alat-alat musik, maka Allah
murka di langit-Nya lalu berfirman kepada bumi, “Terjadilah goncangan (gempa) untuk
mereka”. Jika mereka taubat dan mencabut kemaksiatan itu maka Allah akan
menghentikannya, tetapi jika tidak, maka Allah akan menghantamkan bumi itu
kepada mereka (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak)

Bershadaqahlah! Karena shadaqah adalah satu jalan untuk menyelamatkan kalian dari adzab neraka. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita dari adzabnya. Amin.
Wallahu A’lam bish Shawwab. ...

Surat terbuka untuk seorang ibu yang telah mengaborsi anaknya..

Sepucuk Surat dari Anak yang Diaborsi buat
Ibunya
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarrakatuh
...
Teruntuk Bundaku tersayang…
... Dear Bunda…
Bagaimana kabar bunda hari ini? Semoga
bunda baik-baik saja… Nanda juga di sini
baik-baik saja bunda… Allah sayang banget
sama nanda. Allah juga yang menyuruh
nanda menulis surat ini untuk bunda,
sebagai bukti cinta nanda sama bunda….
Bunda, ingin sekali nanda menyapa
perempuan yang telah merelakan rahimnya
untuk nanda diami walaupun hanya
sesaat…
Bunda, sebenarnya nanda ingin lebih lama
berada di rahim bunda, ruang yang kata
Allah paling kokoh dan paling aman di dunia
ini. Tapi rupanya bunda tidak menginginkan
kehadiran nanda, jadi sebagai anak yang
baik, nanda pun rela menukarkan
kehidupan nanda demi kenyamanan bunda.
Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan
nanda, sakiiiit … banget bunda, badan
nanda rasanya seperti tercabik-cabik … dan
keluar sebagai gumpalan darah yang
menjijikan apalagi hati nanda, nyeri, merasa
seperti aib yang tidak dihargai dan tidak
diinginkan.
Tapi nanda tidak kecewa kok bunda…
karena dengan begitu, bunda telah
mengantarkan nanda untuk bertemu dan
dijaga oleh Allah bahkan nanda dirawat
dengan penuh kasih sayang di dalam syurga
Nya.
Bunda, nanda mau cerita. Dulu nanda
pernah menangis dan bertanya kepada
Allah, mengapa bunda meluruhkan nanda
saat nanda masih berupa wujud yang belum
sempurna dan membiarkan nanda
sendirian di sini? Apa bunda tidak sayang
sama nanda? Bunda tidak ingin mencium
nanda? Atau jangan-jangan karena nanti
nanda rewel dan suka mengompol
sembarangan? Lalu Allah bilang, bunda
kamu malu sayang… kenapa bunda malu?
Karena dia takut kamu dilahirkan sebagai
anak haram… Anak haram itu apa ya Allah?
Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa
ayah… Nanda bingung dan bertanya lagi
sama Allah. Ya Allah, bukannya setiap anak
itu pasti punya ayah dan ibu? Kecuali Nabi
Adam dan Isa? Allah yang Maha Tahu
menjawab bahwa bunda dan ayah
memproses nanda bukan dalam ikatan
pernikahan yang sah. Nanda semakin
bingung dan akhirnya nanda putuskan
untuk diam.
Bunda, nanda malu terus-terusan nanya
sama Allah, walaupun Dia selalu menjawab
semua pertanyaan nanda tapi nanda mau
nanyanya sama bunda aja ya. Pernikahan
itu apa sih? Kenapa bunda tidak menikah
saja dengan ayah? Kenapa bunda membuat
nanda jadi anak haram dan mengapa bunda
mengusir nanda dari rahim bunda dan tidak
memberi kesempatan nanda hidup di dunia
dan berbakti kepada bunda? Maaf ya bunda,
nanda bawel banget… nanti saja, nanda
tanyakan bunda kalau kita ketemu.
Oh ya Bunda, suatu hari malaikat pernah
mengajak jalan-jalan nanda ke tempat yang
katanya bernama neraka. Tempat itu sangat
menyeramkan, mengerikan dan sangat jauh
berbeda dengan tempat tinggal nanda di
syurga. Di situ banyak orang yang dibakar
pake api bunda … minumnya juga pake
nanah dan makannya buah-buahan aneh
yang bau busuk, banyak durinya … yang
paling parah, ada perempuan yang ditusuk
dan dibakar kaya sate gitu, ngeri banget
bunda.
Lagi ngeri-ngerinya, tiba-tiba malaikat bilang
sama nanda. Nak, kalau bunda dan ayahmu
tidak bertaubat kelak, di situlah tempatnya
… di neraka itulah orang yang berzina akan
tinggal dan disiksa selamanya. Seketika itu
nanda menangis dan berteriak-teriak
memohon agar bunda dan ayah jangan
dimasukkan ke situ…. nanda sayang
bunda… nanda kangen dan ingin bertemu
bunda… nanda ingin merasakan lembutnya
belaian tangan bunda dan nanda ingin kita
tinggal bersama di syurga… nanda takut,
bunda dan ayah kesakitan seperti orang-
orang itu…
Lalu, dengan lembut malaikat berkata…
Nak, kata Allah kalau kamu sayang, mau
bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di
syurga bersamamu, tulislah surat untuk
mereka… sampaikan berita baik bahwa
kamu tinggal di syurga dan ingin mereka
ikut, ajaklah mereka bertaubat dan
sampaikan juga kabar buruk, bahwa jika
mereka tidak bertaubat mereka akan disiksa
di neraka seperti orang-orang itu.
Saat mendengar itu, segera saja nanda
menulis surat ini untuk bunda. Menurut
nanda, Allah itu baik banget bunda…. Allah
akan memaafkan semua kesalahan
makhluk-Nya asal mereka mau bertaubat
nasuha, taubat yang sungguh-sungguh.
Bunda taubat ya? Ajak ayah juga, nanti biar
kita bisa kumpul bareng di sini… Nanti
nanda jemput bunda dan ayah di padang
Mahsyar deh… nanda janji mau bawain
minuman dan payung buat ayah dan
bunda, soalnya kata Allah di sana panas
sekali bunda… antriannya juga panjaang,
menyiksa dan peluh keringat bercucuran.
Semua orang sejak jaman nabi Adam
kumpul disitu… tapi bunda jangan khawatir,
Allah janji, kalo bunda dan ayah benar-
benar bertaubat dan jadi orang yang baik,
pasti nanda bisa ketemu kalian.
Bunda, kasih kesempatan buat nanda ya….
biar nanda bisa merasakan nikmatnya
bertemu dan berbakti kepada orang tua,
nanda juga mohon banget sama bunda…
jangan sampai adik-adik nanda mengalami
nasib yang sama dengan nanda, biarlah
nanda saja yang merasakan sakitnya
ketersia-siaan itu. Tolong ya bunda, kasih
adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia
menemani dan merawat bunda saat bunda
tua kelak.
Sudah dulu ya bunda… nanda mau main-
main dulu di syurga…. nanda tunggu
kedatangan ayah dan bunda di sini… nanda
sayang banget sama bunda…. muach!

membaca firman Allah SWT...


"Demi buah Tin dan buah Zaitun...
Demi Gunung Sinai Dan demi negeri Mekkah yang aman ini...
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam BENTUK yang SEBAIK-BAIKNYA
... Kemudian Kami kembalikan dia ke TEMPAT yang SERENDAH-RENDAHNYA
Kecuali orang-orang yang berIMAN dan berAMALl SHALEH
Maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya..."
(QS.95:1-6)


Mengapa Allah SWT setelah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya kemudian dikembalikan ke tempat yang serendah-rendahnya???
Apakah nanti ada makhluk yang lebih MULIA dari manusia?


Allah SWT berfirman:
"Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa kepada Allah-lah BERTASBIH APA-APA yang di LANGIT dan di BUMI, dan juga BURUNG yang sedang MENGEPAKKAN SAYAPNYA. Masing-masing sungguh telah mengetahui cara SHOLATnya(doa) dan BERTASBIHnya. Dan Allah maha mengetahui apa yang mereka kerjakan". (QS.24:41)


Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 57:1)

Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 59:1)


Ternyata semua yang ada di langit dan di bumi SHOLAT (berdoa) dan BERTASBIH kepada Allah SWT. Jadi bintang-bintang, maatahari, bulan, planet-planet, burung, gunung, sungai, pohon, singa, harimau, kucing, kambing, kerbau, monyet, tikus, kecoa dll semuanya sholat (doa) dan bertasbih kepada Allah SWT, dan tiap-tiap mereka tahu cara sholat(doa) dan bertasbihnya.


Bagaimana dengan kita?
Apakah kita sudah sholat dan bertasbih kepada Allah SWT..
sebagaimana makhluk Allah lain yang semua telah melakukannya?
Manusia yang tidak mau SHOLAT dan BERTASBIH adalah lebih rendah daripada tikus, kecoa dan belatung...


Manusia yang demikian itulah yang akan dikembalikan kepada tempat yang paling rendah,
yaitu Neraka Jahannam.


Padahal Allah SWT telah memberikan akal, hati, penghilhatan dan pendengaran...
yang tidak diberikan kepada Makhluk Allah yang lain?


"Dan sungguh akan Kami isi neraka Jahannam
kebanyakan dari JIN dan MANUSIA....,
Mereka memiliki HATI tetapi tidak digunakan...,
Mereka memiliki MATA tetapi tidak digunakan....,
Mereka memiliki TELINGA tetapi tidak digunakan....,
Mereka seperti BINATANG ternak...bahkan LEBIH SESAT lagi.
Mereka itulah orang-orang yang LALAI" (QS.7:179)


Apakah kita termasuk orang-orang yang LALAI ?
Tentunya kita dan Allah yang paling MENGETAHUI...
Apakah kita MAKHLUK yang TERHINA atau MAKHLUK yang MULIA?
Semoga kita termasuk manusia yang tidak melupakan kebesaran sang Pencipta dan tidak terlena dan lalai...bahwa tugas kita di dunia adalah BERIBADAH kepada-Nya. Sebagaimana firman-Nya:


"Dan tidaklah Aku telah menciptakan JIN dan MANUSIA ...kecuali untuk BERIBADAH."
(QS. 51:56)

Sahabat...
Tidak cukupkah AYAT-AYAT Allah yang ada dalam Al Kitab dan yang ada di langit dan di bumi sebagai pelajaran?


“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru ufuq dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” [QS. Al- Fushshilat, 41:53]

Cinta yang Benar Kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ^_^



Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang mengambil air wudhu. Para sahabat menampung cucuran air bekas wudlu yang menetes dari celah-celah je...mari tangan Nabi. Lantas air bekas itu mereka pergunakan untuk membasuh wajah mereka.
Nabi heran dan bertanya, “Wahai, para sahabatku. Apakah yang sedang kamu lakukan? Mengapa air kotor sisa wudluku kalian pakai untuk mencuci muka kalian yang bersih?”
Para sahabat dengan bangga menjawab, “Kami sedang menunjukkan tanda-tanda cinta kami kepadamu.”
“Apa maksudmu? Tanya Nabi.
“Jangan lagi Cuma air bekas wudlumu, ya Rasulullah. Kalau perlu lumpur bekas kau injak dengan kakimu akan kami lumurkan ke wajah kami sebagai tanda cinta kepadamu.”
Nabi seraya tersenyum mengelengkan kepalanya, Ia berkata, “Tidak, para sahabatku. Bukan demikian cara kalian seharusnya membuktikan cinta yang murni kepadaku. Jika memang kalian benar-benar mencintaiku, laksanakan ajaranku, jauhi laranganku, dan patuhilah sunnah-sunahku.” :)
Dalam Hadits yang lain Beliau berkata : “Barang siapa mencintai sunahku, berarti mencintai aku. Dan barang siapa mencintai aku, pasti bersama dengan aku di dalam surga.” ^_^

“ Kisah Hidayah ALLAH dgn ujian penyakitnya “


Ini adalah kisah yang patut dijadikan pelajaran zaman. Kisah seorang wanita bernama, Laila al-Hulw yang sebelumnya tidak penah mengingat Allah dan lupa kepada-Nya. Suatu ketika, ia diberi cobaa...n dengan penyakit yang menakutkan dan menjijikkan sekaligus mematikan. Barulah setelah itu, ia tersadar dan menyadari bahwa hanya Allah lah tempat berlindung dan memohon. Dia lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Yang Maha menyembuhkan. Kemudian ia habiskan waktunya untuk mendekatkan diri kepada-Nya di rumah-Nya, Baitullah al-Haram dan di sanalah terjadi kejadian aneh yang akhirnya merubah kehidupannya secara total.

Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak penuturannya:

Sudah 9 tahun aku mengidap penyakit yang sangat mengerikan sekali, yaitu penyakit kanker. Semua orang pasti tahu bahwa nama ini sangat menakutkan. Di negeriku, Maroko, orang tidak menyebutnya penyakit as-Sarathan (kanker) tetapi disebut ‘momok’ (al-Ghawl) alias ‘penyakit kotor (al-Maradl al-Khabits).’

Penyakit ini mengenai bagian payudaraku. Sebelumnya, tingkat keimananku kepada Allah sangatlah lemah; aku lalai dari mengingat Allah. Aku mengira bahwa kecantikan seseorang akan abadi selama hidupnya dan masa muda dan kesehatannya juga demikian. Aku sama sekali tidak mengira akan menderita penyakit yang amat berbahaya, kanker. Namun setelah aku benar-benar menderita penyakit ini, jiwaku menjadi sangat guncang. Aku berpikir bagaimana bisa menghindar darinya tetapi hendak kemana? Sementara penyakitku ini akan selalu bersamaku di mana pun aku berada. Aku juga pernah berpikir untuk bunuh diri namun aku masih mencintai suami dan anak-anakku. Aku sama sekali tidak pernah berpikir bahwa Allah akan menyiksaku bilamana aku jadi bunuh diri –sebagaimana yang aku jelaskan tadi- sebab aku orang yang lalai dari mengingat Allah.

Rupanya, melalui penyakit ini Allah ingin memberikan hidayah kepadaku dan melalui perantaraanku pula, Dia memberikan hidayah kepada banyak orang. Setelah itu, mulai semua urusan berkembang.

Ketika menderita penyakit tersebut, aku bersama suamiku pergi ke Belgia untuk berobat dan di sana aku mendatangi beberapa orang dokter terkenal namun mereka semua hampir sepakat mengatakan kepada suamiku bahwa payudaraku harus dihilangkan.

Tidak sebatas itu, aku juga harus menggunakan obat-obat dengan dosis tinggi di mana efek sampingnya dapat merontokkan rambut, melenyapkan bulu mata, kedua alis mata, menumbuhkan seperti jenggot di atas wajah bahkan merontokkan juga kuku dan gigi. Karena itu, aku menolaknya sama sekali seraya berkata, “Aku lebih baik mati dengan tetap memiliki payudara dan rambut serta semua apa yang diciptakan Allah untukku dari pada harus cacat. Lalu aku meminta kepada para dokter agar membuat resep pengobatan ringan untukku dan mereka pun mengabulkannya.

Kemudian aku kembali ke negeriku, Maroko dan aku gunakanlah obat yang diberikan para dokter tersebut. Ternyata obat itu tidak memiliki efek samping apa pun dan ini membuatku senang. Aku berkata pada diriku, “Barangkali saja para dokter itu salah dalam mendiagnosa dan aku sebenarnya tidak menderita penyakit kanker itu.”

Akan tetapi, setelah kira-kira enam bulan kemudian, aku mulai merasakan susutnya berat badanku, warna kulitku banyak berubah dan merasakan berbagai keluhan sakit. Yah, sakit yang selalu bersamaku. Lalu dokter pribadi kami di Maroko menyarankanku agar pergi ke Belgia, maka aku pun berangkat ke sana bersama suami.

Di sanalah, seakan bencana itu benar-benar tiba. Para dokter malah berkata kepada suamiku, “Penyakitnya sudah menyerang seluruh tubuhnya, termasuk kedua paru-paru.” Mereka menyatakan tidak memiliki resep apa pun yang dapat menyembuhkan kondisi yang aku alami tersebut. Kemudian mereka berkata kepada suamiku, “Sebaiknya, anda bawa kembali isterimu ini ke negerimu hingga ia menemui ajalnya di sana.”

Suamiku kaget alang kepalang mendengar pernyataan itu dan tidak mudah percaya begitu saja dengan ucapan mereka. Karena itu, kami bukannya pulang ke Maroko seperti yang disarankan tetapi malah ke Perancis. Kami mengira bahwa pasti ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakitku itu. Namun, kami tidak mendapatkan apa-apa sehingga akhirnya kami sangat ingin sekali untuk meminta tolong kepada seseorang di sana agar aku dimasukkan ke rumah sakit untuk menghilangkan payudaraku dan menggunakan obat-obat berdosis tinggi itu.

Akan tetapi, suamiku rupanya ingat sesuatu yang selama ini kami lupakan bahkan sepanjang hidup kami. Allah telah memberikan ilham kepada suamiku agar kami berziarah ke Baitullah al-Haram di Mekkah. Kami harus berdiri di hadapan-Nya guna memohon disembuhkan dari penyakit yang aku derita ini. Kami pun melakuan hal itu.

Kami berangkat dari Paris seraya bertahlil dan bertakbir. Aku sangat gembira sekali karena untuk pertama kalinya memasuki Baitullah al-Haram dan melihat Ka’bah yang dimuliakan. Di sebuah toko di kota Paris, aku membeli sebuah mushaf dan setelah itu, kami berangkat menuju Mekkah al-Mukarramah.

Akhirnya, kami sampai juga di Baitullah al-Haram. Tatkala sudah masuk dan melihat Ka’bah, aku banyak menangis karena menyesali atas perbuatanku yang telah lalu. Aku sudah tidak pernah melakukan berbagai kewajiban yang diperintahkan Allah; shalat, puasa, kekhusyu’an dan pasrah diri kepada-Nya.

Aku berkata, “Wahai Rabb, pengobatan terhadap penyakitku sudah membuat tak berdaya para dokter. Sedangkan penyakit itu berasal dari-Mu dan Engkau pulalah Yang Memiliki obatnya. Semua pintu telah tertutup di hadapanku, yang tinggal hanyalah pintu-Mu saja. Karena itu, janganlah Engkau kunci pintu-Mu dati hadapanku.”

Aku pun melakukan thawaf di Ka’bah dan banyak memohon kepada-Nya agar Dia tidak menyia-nyiakan harapanku dan tidak menghinakanku serta dapat membuat tercengang para dokter yang telah memvonisku.

Seperti yang telah aku katakan tadi, dulu aku orang yang lalai dari mengingat Allah dan jahil terhadap agama-Nya. Karena itu, aku mendatangi beberapa ulama dan syaikh yang berada di sana seraya meminta mereka menunjukiku buku dan doa yang mudah dan ringkas untuk aku jadikan pegangan. Lalu mereka menasehatiku agar banyak-banyak membaca al-Qur’an dan meminum air zam-zam sepuas-puasnya. Mereka juga menasehatiku agar memperbanyak berdzikir kepada Allah dan membaca shalawat kepada Rasulullah SAW.

Berada di Baitullah, aku merasakan ketenangan jiwa yang luar biasa. Karena itu, aku minta izin kepada suamiku untuk tetap tinggal di al-Haram dan tidak pulang ke hotel. Dia pun mengizinkanku.

Di al-Haram kebetulan ada beberapa saudariku seiman dari Mesir dan Turki yang menjadi tetanggaku duduk-duduk. Mereka sering melihatku sedang menangis lalu bertanya perihal sebab aku menangis. Aku menjawab, “Karena aku sudah sampai di Baitullah padahal aku tidak mengira akan demikian mencintainya seperti sekarang ini. Kedua, karena aku mengidap kanker.”

Lalu mereka menemaniku dan tidak ingin berpisah. Aku beritahukan kepada mereka bahwa aku berniat I’tikaf di rumah Allah ini. Maka, mereka pun memberitahu kepada suami-suami masing-masing untuk meminta izin tinggal bersamaku. Kami tidak pernah memejamka mata, tidak makan kecuali hanya sedikit. Kami hanya banyak minum air zam-zam sebab di dalam hadits, Nabi SAW, bersabda, “Air zam-zam itu sesuai dengan (tujuan/niat) meminumnya.” (Hadits Shahih, HR.Ibn Majah dan lainnya) Meminumnya karena niat agar disembuhkan, maka Allah akan menyembuhkan anda, meminumnya karena niat agar hilang dahaga, maka Allah akan menghilangkan dahaga anda dan meminumnya karena niat agar berlindung kepada Allah, maka Dia akan melindungi anda.

Benar, Allah telah menghilangkan rasa lapar kami dan kami terus melakukan thawaf. Kami melakukan shalat dua raka’at, lalu mengulangi thawaf lagi. Kami meminum air zam-zam dan memperbanyak bacaan al-Qur’an. Demikianlah, siang dan malam, kami hanya sedikit tidur. Ketika aku sampai di Baitullah, tubuhku kurus sekali, pada sebagian tubuhku bagian atas banyak sekali tumbuh bintik-bintik dan benjolan-benjolan yang menandakan bahwa kanker telah menyerang seluruh anggota badanku bagian atas. Mereka menasehatiku agar membasuh separuh tubuhku bagian atas dengan air zam-zam akan tetapi aku takut bila menyentuh benjolan-benjolan dan bintik-bintik itu, aku akan teringat sakit lantas membuatku terlena dari berdzikir dan beribadah kepada Allah. Aku pun membasuhnya tetapi tanpa menyentuh tubuhku.

Pada hari ke-lima, teman-temanku itu memaksaku agar menyapu seluruh tubuhku dengan sedikit air zam-zam. Pada mulanya, aku menolak tetapi tiba-tiba aku merasa mendapatkan kekuatan yang mendorongku untuk mengambil sedikit air zam-zam lalu menyapunya ke tubuhku. Saat pertama kali, aku merasa cemas, kemudian aku merasakan ada kekuatan lagi, tetapi masih ragu-ragu namun ketika untuk kali ketiganya tanpa terasa aku memegang tanganku lalu menyapu air zam-zam ke tubuh dan payudaraku yang mengeluarkan darah, nanah dan bintik-bintik. Di sinilah, terjadi sesuatu yang tidak pernah aku sangka-sangka. Rupanya, semua bintik-bintik itu lenyap seketika dan aku tidak menemukan sesuatu pun di tubuhkku, tidak rasa sakit, darah atau pun nanah.!!

Pada awal mulanya, aku betul-betul kaget. Karenanya, aku masukkan kembali kedua tanganku ke dalam bajuku untuk mencari penyakit yang dulu bersarang di tubuhku, namun aku tidak mendapatkan sedikit pun benjolan-benjolan itu. Bulu kudukku merinding saking kagetnya, akan tetapi barulah aku teringat bahwa Allah Ta’ala Maha Kuasa atas segala sesuatu. Lalu aku meminta salah seorang temanku untuk menyentuh tubuhku dan mencari bintik-bintik dan benjolan-benjolan, barangkali saja ada. Tiba-tiba mereka berterik tanpa sadar, “Allahu Akbar, Allahu Akbar.!”

Tak berapa lama setelah itu, aku tidak kuasa lagi untuk segera pulang dan memberitahukan perihal tersebut kepada suamiku. Aku memasuki hotel tempat kami menginap, dan begitu sudah berdiri di hadapan matanya, aku robek bajuku seraya berkata, “Lihatlah rahmat Allah.!” Kemudian aku memberitahukan kepadanya apa yang telah terjadi tetapi ia tidak percaya. Ia menangis dan berteriak dengan suara kencang, “Tahukah kamu bahwa para dokter tempo hari telah bersumpah atas kematianmu setelah tiga minggu saja.?” Lalu aku berkata, “Sesungguhnya ajal itu di tangan Allah Ta’ala dan tidak ada yang mengetahui hal yang ghaib selain Allah.”

Setelah itu, kami tinggal di Baitullah selama seminggu penuh. Selama masa-masa itu, aku tidak putus untuk memuji dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat-nikmat-Nya yang demikian tidak terhingga. Kemudian kam mengunjungi masjid nabawi untuk melakukan shalat dan berziarah kepada Rasulullah SAW, lalu setelah itu kembali ke Perancis.

Di sana, para dokter tampak benar-benar kaget dan bingung alang kepalang melihat kejadian aneh yang menimpaku. Mereka antusias bertanya, “Apakah benar anda ini si ibu tempo hari yang pernah datang kemari.?” Lalu dengan penuh rasa bangga, aku tegaskan kepada mereka, “Ya, benar dan si fulan itu adalah suamiku. Aku telah kembali kepada Rabbku dan aku tidak akan pernah takut lagi kepada siapa pun selain Allah. Semua takdir berada di tangan-Nya dan segala urusan adalah milik-Nya.”
Mereka bertanya, “Sesungguhnya, kondisimu ini merupakan sesuatu yang sangat aneh sekali sebab benjolan-benjolan itu sudah hilang sama sekali. Izinkan kami untuk mengadakan pemeriksaan sekali lagi.”

Mereka kembali memeriksaku namun tidak mendapatkan sesuatu pun. Sebelumnya, gara-gara benjolan-benjolan itu, aku sama sekali sulit untuk bernafas akan tetapi ketika sampai di Baitullah al-Haram dan aku meminta kesembuhan hanya kepada-Nya, maka sesak nafas itu pun hilang.

Setelah peristiwa aneh itu, aku bergiat mencari tahu mengenai riwayat hidup Nabi Muhammad SAW, riwayat hidup para shahabatnya dan aku banyak menangis. Aku menangisi masa laluku karena sudah sekian lama melewatkan waktu dengan sia-sia dan tidak dapat mengecap rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku menyesali hari-hari yang telah aku sia-siakan dan membuatku jauh dari-Nya itu. Aku memohon kepada Allah agar menerima amalanku dan menerima taubatku, suamiku dan seluruh kaum Muslimin.

kuncilah lidah ketika kecuali 4 perkara


:) Kuncilah lidahmu kecuali empat (4) perkara :
1. Menjelaskan yang haq.
2. Menumbangkan yang batil.
3. Mensyukuri nikmat ALLAH.
4. Mengutarakan hikmah kebijaksanaan ^_^


akar kesalahan


:) "Akar dari kesalahan itu ada tiga. Pertama, kesombongan. Itulah yang menyebabkan iblis mengalami apa yang ia alami. Kedua, keserakahan, dan itulah yang mengeluarkan Adam dari Surga. Ketiga, kedengkian, dan itulah yang menjadikan salah sa...tu anak Adam membunuh saudaranya. Maka barangsiapa berlindung dari keburukan tiga akar kesalahan itu, sesungguhnya ia telah melindungi dirinya dengan sebenar-benarnya. Karena kekafiran itu bersumber dari kesombongan. Karena kemaksiatan itu sumbernya keserakahan. Sedang kezhaliman itu sumbernya kedengkian." (By : Ibnu Qoyyim) ^_^

cerita bermanfaat

Bismillahirrahmanirrahiim...
SEORANG Salafushalih yang tinggal sendirian di tengah padang pasir pernah ditanya, ”Apakah engkau tidak merasa terancam ?!” Ia menjawab, “Apakah ada orang yang merasa terancam dan khawatir (jika ia) bersama Allah ?!”.

Merasa bersa...ma Allah SWT adalah Sumber Ketenangan bagi seorang Muslim.

Sebaliknya, Merasa tidak bersama Allah, apalagi Merasa dimurkai karena Berbuat Maksiat atau Melanggar Larangan-Nya, merupakan Sumber Ketidaktenangan atau Kegelisahan Hati.

Maka, Jika ingin Hidup Tenang, Jangan Berbuat Dosa, dan Selalulah Mengingat Allah dalam Setiap Keadaan, Suka dan Duka. . .

Kecemasan akan Menjauhi Orang yang selalu Berdzikir karena Merasakan Allah Swt selalu Dekat dengan-Nya.

”Ingatlah, dengan Berdzikir kepada Allah Hati akan Tenang” (Q.S. 13:28).

Dzikrullah akan membawa Ketenangan Batin karena Ingat kepada Allah berarti Ingat akan ke-Mahakuasa-Nya.

Masalah seberat dan sebesar apa pun, Sangat kecil dalam Pandangan Allah.

Penyakit stress tidak mungkin menimpa orang yang suka dzikrullah.

Wa'allahu a’lam...

40 fakta tentang islam

yg membaca saya do'a kan masuk surga

Sebagian orang masih banyak yang
meragukan tentang kebenaran agama islam,
tak kecuali adalah mereka yang telah
mengaku sebagai muslim. Maka dari itu perlu
kita ketahui bahwa agama Islam adalah
agama yang hak dengan beberapa fakta - fakta unik tentang islam dibawah ini : Inilah 40 Fakta-fakta unik tentang islam 40. pas...ukan Salib datang ke Timur ketika
Khalifah Bani Abbas berada dalam masa
kemunduran. Tak diduga, banyak anggota
pasukan Salib tertarik kepada Islam dan
kemudian menggabungkan diri dengan
pasukan Salib lainnya. Thomas Arnold, dalam Al Da'wah ila Al Islam, menyebutkan bahwa
mereka masuk Islam setelah melihat
kepahlawanan Salahuddin sebagai cerminan
ajaran Islam. 39. Maqom Ibrahim bukanlah kuburan Nabi
Ibrahim sebagaimana dugaan atau pendapat
sebagian orang. Maqom Ibrahim adalah batu
pijakan pada saat Nabi Ibrahim membangun
Ka'bah. 38. Hijir Ismail ini dahulu merupakan tempat
tinggal Nabi Ismail, disitulah Nabi Ismail
tinggal semasa hidupnya dan kemudian
menjadi kuburan beliau dan juga ibunya. 37. Al Khowarizmi (matematika), Jabir Ibn
Hayyan (kimia), Ibnu Khaldun (sosiologi dan
sejarah), Ibnu Sina (kedokteran), Ar Razi
(kedokteran), Al Biruni (fisika), Ibnu Batutah
(antropologi) adalah contoh dari ratusan
cendikiawan muslim yang menjadi rujukan dalam ilmu pengetahuan modern. 36. Hajar Aswad itu diturunkan dari surga,
warnanya lebih putih daripada susu, dan
dosa-dosa anak cucu Adamlah yang
menjadikannya hitam. 35. Imam Ali bin Abi Thalib adalah satu-
satunya orang yang pernah lahir di dalam
Ka’bah. 34. Semua anak Nabi Muhammad, yakni, Al-
Qasim,Abdullah dan Ibrahim, meninggal
kurang lebih pada usia 2 tahun. Allah sengaja
memanggil mereka lebih awal agar kaum
muslimin tidak mengangkat mereka menjadi
rasul yang baru. 33. Al-Qur'an adalah buku terlaris di benua
eropa. 32. Musa A.S adalah nama yang paling sering
disebut dalam Al-Qur'an, sedangkan maryam
adalah satu2nya nama perempuan yang
disebut dalam Al-Qur'an. 31. Selama 23 kali perang semasa Rasulullah
memimpin, hanya sekali kekalahan yang di
derita kaum muslimin, yakni, perang uhud 30. kata2 terakhir Nabi Muhammad sebelum
wafat adalah "Ummatii … ummatii …
ummatii" yang mengungkapkan betapa
besar cintanya kepada umatnya. 29. Nabi Muhammad tidak bisa membaca dan
tidak bisa menulis, namun ingatannya sangat
kuat dan sangat cerdas. 28. Rasulullah menyebutkan ada 73 golongan
dalam islam, dan hanya 1 yang akan masuk
jannah yaitu "Al Jama’ah". 27. Aliran sesat di Indonesia dalam
rentangan waktu selama 6 tahun saja (2001
– 2006) telah mencapai angka 250 aliran. 26. sebelum Nabi Ibrahim menginjakkan
kakinya ke tanah Makkah sudah ada
bangunan Ka'bah yang telah dibangun oleh
malaikat dan generasi
sebelum Nabi Ibrahim as. Hal itu dapat
dipahami dari kata "Yarfa'u" meninggikan berarti meninggikan bangunan yang sudah
ada. 25. Rasulullah pernah membelah bulan
menjadi 2 bagian, dengan hanya menunjuk
bulan dengan jarinya. diabadikan Allah dalam
al-Qur'an surah Al-Qamar ayat 1: "Sungguh
telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah
terbelah." 24. Islam, berarti "submisi" atau "menyerah"
kepada satu Tuhan, Allah "Islam" juga
berasal dari kata "salam", "perdamaian" dan
yang kedua dalam arti "berserah diri".
demikian, arti dari "Islam" adalah "kedamaian
yang sempurna yang datang bila kita hidup berserah diri kepada Allah". 23. Malaikat tidak terhitung jumlahnya dan
hanya Allah yang mengetahuinya. 22. IBRAHIM adalah "Bapak" dari tiga agama
besar, yakni "Judaisme", "Nasrani", dan
"Islam". 21. Shalat yang pertama dilakukan oleh
Rasulallah Saw menghadap Masjidil Haram
adalah shalat Ashar bersama para sahabat,
setelah sebelumnya berkiblat ke Masjidil
Baitul Maqdis selama enam belas bulan. 20. Penelitian lainnya mengungkapkan
bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu
tertua di dunia dan juga bisa mengambang di
air. 19. Para astronot telah menemukan bahwa
planet Bumi itu mengeluarkan semacam
radiasi yang berpusat di kota Mekah,
tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang
mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat
infinite ( tidak berujung ), radiasi tersebut menembus planet mars dan masih berlanjut.
peneliti mempercayai bahwa radiasi ini
memiliki karakteristik dan menghubungkan
antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan
Ka’bah di alam akhirat. 18. Jika agama lain bisa punya lebih dari 4
versi kitab suci yang berbeda satu dengan
lainnya, maka Al Qur’an hanya ada satu
dan tak ada pertentangan di dalamnya: 17. Al Qur’an adalah satu-satunya kitab
suci yang bisa dihafal jutaan manusia
(Hafidz/penghafal Al Qur’an) sehingga
keaslian/kesuciannya selalu terjaga. 16. Jasad Firaun (Ramses II) yang tenggelam
di laut merah, Baru ditemukan
oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni
tahun 1817. setelah 3000 tahun berada di
bawah tanah dan pasir 15. Jasad Nabi Muhammad pernah ingin dicuri
2 kali, namun kedua2nya gagal dan salah
satu yang mencuri dihilangkan oleh Allah
dari bumi 14. Sebanyak 8 juta orang Muslim yang kini
ada di AS dan 20.000 orang AS masuk Islam
setiap tahun setelah peristiwa 9/11 13. islam menyebar ke bumi nusantara ketika
Nabi Muhammad masi hidup 12. Berdasarkan data dari Departmen
Pertahanan Amerika Serikat. Dari 1,4 juta
prajurit di militer Amerika, diperkirakan ada
sekitar 3.700 yang beragama Islam ( Muslim ). 11. pemeluk Islam bertambah 2,9% per
tahun. Pertumbuhan ini lebih cepat
dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah
penduduk bumi sendiri yang hanya 2,3% per
tahun. 10. Nama original dari kota suci Madinah
adalah “Yasthrib" 9. Jikalau sekarang Al-Qur’an dihancurkan,
maka versi arab dari Al-Qur’an akan segera
di-recover oleh jutaan muslim, yang disebut
Huffaz yang telah menghafalkan kata-kata di
dalam Al-Qur’an dari mulai awal sampai
dengan akhir ayat. 8. Nabi Muhammad SAW melaksanakan
ibadah haji hanya 1 kali dalam hidupnya 7. Umat Hindu percaya bahwa di dalam
Ka’Bah ada salah satu dari Tuhan mereka
yang bernama ‘Shiva Lingam‘ 6. Islam merupakan agama yang
pertumbuhannya paling cepat di dunia
menurut banyak sumber, diperkirakan akan
menjadi agama nomor 1 pada tahun 2030 5. Tidak ada apa-apa di dalam Ka’bah 4. Beberapa ayat di dalam Al-Qur’an
menggambarkan pentingnya persamaan hak
antara pria dan wanita ( secara perhitungan
matematik ). Kata “Pria” dan “Wanita”
di dalam Al-Qur’an sama-sama berjumlah 24 3. Kata-kata berikut ini diserap dari bahasa
Arab : Algebra, Zero, Cotton, Sofa, Rice,
Candy, Safron, Balcony, bahkan ‘Alcohol’
juga berasal dari bahasa Arab, Al-Kuhl, yang
mempunyai arti bubuk 2. Albania merupakan negara satu-satunya di
benua Eropa yang 90% penduduknya
beragama Islam 1. Nama “Muhammad” adalah nama yang
paling populer di seluruh dunia (walaupun
salah mahomed..mohammed..dll) dan
menempati urutan nomor dua di negara
Inggris untuk nama bayi laki-laki ( urutan
pertama ditempati oleh nama ‘Jack’ )

Jumat, 13 April 2012

Biodata

Nama     :   Liwon,S.Ag,M.Pd

Hobi       :   Kuliner

Alamat   :    Jl.Pulau Sebesi gg.Herbal No.2 Sukarame Bandar lampung

Moto      :   Hidup Sehat untuk Beribadah,Manfaat Dunia Akhirat

Usaha     :   Klinik BRHC Pengobatan Fisik dan Non fisik
                  Jln.Teuku Umar No.63 (depan makam pahlawan) Kedaton,Bandar Lampung